MY PROFILE


Nama : Adam Adriyanto

Kota asal : Pekalongan
sekolah : SMK N 2
Hobi : Tidur
E mail : mr.adam@dr.com



Sekelumit Kisah Koran Tua

SEKELUMIT KISAH KORAN TUA

Di Indonesia tak banyak surat kabar yang bisa berumur panjang. Saat ini hanya beberapa koran yang melewati usia 40 tahun. Berkaitan dengan ulang tahun Intisari ke-40 pada bulan ini, saya berupaya memaparkan cerita beberapa surat kabar tua itu.

Arnold Mononutu adalah nasionalis Indonesia Bagian Timur yang pro Republik Indonesia di zaman perjuangan kemerdekaan. Ia juga teman Bung Hatta semasa mahasiswa di Negeri Belanda tahun 1920-an. Ketika Presiden Soekarno melarang terbit surat kabar Pedoman, Indonesia Raya, dan Abadi, Januari 1961, tokoh yang akrab dipanggil Om No ini berkomentar di depan saya, "Koran-koran yang dibredel itu koran perjuangan zaman revolusi. Nilai sejarahnya dilenyapkan begitu saja. Tanda kita sebagai bangsa tidak tahu menghargai sejarah kita sendiri."

Dengan datangnya Orde Baru, ketiga koran itu terbit kembali. Namun, tidak lama. Pada Peristiwa Malari, Januari 1974, pemerintahan Soeharto memberangus mereka kembali. Om No yang mantan Menteri Penerangan RI dalam Kabinet Wilopo (1952 - 1954) itu kembali berkomentar, "Matematika koran-koran itu menunjukkan pemerintah tidak mempunyai sense of history, nalar sejarah. Di India ada koran berusia lebih dari seabad, seperti The Hindu di Madras dan Times of India di Bombay. Di India, tradisi dipertahankan dan warisan sejarah dihormati. Sedangkan di negeri kita hal itu dianggap enteng dan tidak penting. Bila pemerintah tidak senang terhadap koran yang beroposisi, ya langsung dicabut izin terbitnya. Bagaimana kita mau berkembang jadi dewasa sebagai bangsa?"

Di Amerika Serikat, Koran New York Times yang pertama terbit tahun 1851 kini berusia 152 tahun. Di Indonesia mustahil ada koran setua itu. Jika dihitung sejak proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, ada beberapa koran saja yang bisa disebutkan. Kebanyakan sudah mati.

Didukung Intellectual community

Koran yang terhitung panjang usia misalnya Kedaulatan Rakyat (KR) di Yogyakarta. Kini usianya lebih dari 40 tahun. KR didirikan tanggal 27 September 1945. Perintisnya, H. Samawi (1913 - 1984) dan M. Wonohito (1912 - 1984). Pada 1945 - 1946 KR dipimpin oleh Soemantoro sebagai pemimpin redaksi (pemred). Ketika itu dia kerap mendampingi Ibrahim Tan Malaka yang tengah menggalang Persatuan Perjuangan sebagai oposisi terhadap kabinet Sjahrir yang melaksanakan kebijakan diplomasi dan perjuangan dalam menghadapi Belanda. Soemantoro pula yang membawa Tan Malaka ke Solo untuk berbicara di konferensi pembentukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.

Setelah Wonohito, mantan mahasiswa Sekolah Hukum Tinggi (RHS) di Batavia memegang kendali redaksi, KR menjadi koran yang mendukung pemerintah dan bersikap moderat. Karena itu, KR selamat melalui badai politik.

KR adalah contoh community paper yang terbatas pada Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga mendapat dukungan intellectual community seperti dari Universitas Gadjah Mada. Kini dalam jajaran pimpinannya terdapat putra almarhum Wonohito, Dr. H. Soemadi M. Wonohito, S.H. sebagai direktur utama, Dr. Ir. Sapuan Gafar sebagai direktur keuangan, dan Drs. Oka Kusu-mayudha sebagai pemred. Kabarnya, tiras KR mencapai 60.000 eksemplar tiap hari. Kini KR juga menerbitkan media cetak lain yang berada di bawah payung grup KR seperti Minggu Pagi, dan lain-lain.

Tak jauh dari Yogyakarta, tepatnya di Semarang ada Harian Suara Merdeka. Pada awal 1950 koran ini dipimpin oleh Hetami, mahasiswa drop out dari Faculteit Letteren en Wijsbegeerta Batavia. Di zaman Jepang Hetami bersama Gadis Rasid bekerja pada Harian Sinar Baroe yang pemrednya Parada Harahap.

Hetami bukan penulis yang menarik dan jenaka seperti Wonohito dalam kolom profilnya di Minggu Pagi. Kekuatan Hetami terletak pada keterampilannya menulis tajuk berita yang "catching" dan serta merta menangkap perhatian pembaca. Ia teliti menyunting berita luar negeri yang pada waktu itu harus didengar dan dimonitor sendiri dari pesawat radio. Ia suka berita atau tulisan pendek, bernas, dan mudah dipahami. Lay out Suara Merdeka dibuatnya khas, tidak sama dengan penampilan koran lain. Berkat kepemimpinannya, Suara Merdeka berkembang pesat, survive di tengah partijpolitiek zaman Orde Lama.

Setelah Hetami meninggal, ia digantikan oleh Ir. Santoso. Menantu Hetami ini kemudian menjelma menjadi manajer nomor wahid dan membawa Suara Merdeka ke tingkat sukses. Praktis, koran itu dominan di Provinsi Jawa Tengah.

Santoso juga menerbitkan media cetak lain yang berada di bawah naungan Suara Merdeka, seperti Harian Sore Wawasan.

Waspada-Pedoman Rakyat

Di Sumatra Utara juga ada harian tua lainnya, yaitu Waspada. Koran ini lahir 11 Januari 1947 dan dipimpin oleh Mohammad Said. Suatu kali Said bercerita, "Ketika itu, Januari 1947, penduduk Kota Medan berjumlah 300.000 orang. Keadaan sangat sepi karena banyak penduduk yang telah mengungsi. De facto Kota Medan saat itu diperintah oleh Belanda, menyusul timbang terima dari tentara Inggris. Di jalan-jalan hanya terlihat orang Tionghoa. Mereka dilindungi Belanda dan Poh An Tui."

Berkali-kali Waspada dibredel Belanda, sehingga koran ini hidup senin-kemis. Mohammad Said dan istrinya, Ani Idrus, adalah wartawan yang dikenal dan akrab dengan masyarakat Sumatra Timur. Maka, ketika Waspada terbit kembali setelah dibredel, penjualan ecerannya laris di Pasar Kesawan. Suatu hal yang unik, Harian Waspada mempunyai banyak pembaca di Provinsi Aceh.

Setelah Mohammad Said mengundurkan diri di tahun 1969, Ani Idrus mengambil alih pimpinan Waspada. Said tutup usia tahun 1995, Ani menyusul empat tahun kemudian. Kini, Waspada dikelola oleh putra-putri Mohammad Said-Ani Idrus.

Di Sulawesi Selatan juga terdapat harian berumur lebih dari 40 tahun. Namanya, Pedoman Rakyat. Harian ini terbit di Makassar. Mulanya dipimpin oleh Henk Rondonuwu, Menteri Penerangan dalam pemerintah Negara Indonesia Timur (NIT). Namun, kemudian diambil alih oleh L.E. Manuhua. Meskipun muncul di zaman Federal, surat kabar ini berorientasi pada Republik yang dipimpin oleh Soekarno-Hatta.

Ketika tahun 1987 diadakan Karya Latihan Wartawan (KLW-PWI) di Makassar, posisi Pedoman Rakyat di masyarakat Sulawesi Selatan dikaji oleh para peserta. Sebuah riset juga telah dilakukan oleh Prof. Abdul Muis, S.H., guru besar di Universitas Hasanuddin. Salah satu hasil temuannya adalah minat baca rakyat Sulawesi Selatan pada umumnya kurang. Ada petani yang mampu membeli pesawat televisi yang dinyalakan menggunakan aki. Di desa-desa terdapat lemari es, tetapi karena tidak ada aliran listrik, alat penyimpan bahan makanan berpendingin ini tidak bisa difungsikan. Akibatnya, refrigerator tersebut dipakai untuk menyimpan baju. Sementara, tidak terpikirkan oleh mereka untuk membaca surat kabar seperti Pedoman Rakyat. Koran ini sampai sekarang masih ada, tetapi Manuhua sudah sakit-sakitan. Pedoman Rakyat terus begitu saja.

Tua semu

Selain surat kabar yang benar-benar berusia lebih dari 40 tahun, ada pula harian yang telah berusia lebih dari 40 tahun meski tidak sesungguhnya. Koran Merdeka, misalnya. Koran ini terbit pertama kali 1 Oktober 1945. B.M. Diah jadi pemimpin umum/pemimpin redaksi, sedangkan redaktur pelaksananya Rosihan Anwar. Keduanya pada akhir 1946 berpisah karena konflik soal kepemilikan surat kabar itu. Diah mengklaim Merdeka milik pribadinya. Rosihan Anwar melawan dengan menyatakan, Merdeka milik bersama wartawan dan karyawan.

Akhirnya, Rosihan mendirikan Pedoman yang mencapai posisi bagus pada dasawarsa 1950-an. Diah mengoperasikan Merdeka. Lalu, dia bekerja sama dengan Dahlan Iskan, bos grup Jawa Pos untuk mengelola Harian Merdeka. Pecah kongsi toh terjadi kembali. Merdeka berubah nama menjadi Rakyat Merdeka dan kepemilikannya dikuasai sepenuhnya oleh Jawa Pos. Merdeka yang dahulu koran keluarga, sudah almarhum. Jadi, tak bisa lagi dicatat sebagai koran berusia lebih dari 40 tahun.

Koran lain yang tua semu ialah Pikiran Rakyat (PR) di Bandung. Pada awal 1950 koran ini dipimpin oleh wartawan A.Z. Palindih dan Djamal Ali. Koran ini pun sempat menghadapi kesulitan internal. Antara pimpinan dan wartawan timbul ketidakharmonisan. Dari kalangan eksternal, datang tekanan golongan komunis.

Serangan Partai Komunis Indonesia (PKI) begitu gencar, sehingga PR harus mencari perlindungan pada Kodam Siliwangi. Caranya, dengan mengganti nama untuk sementara waktu dan berafiliasi dengan tentara. Akhirnya, Sakti Alamsyah bersama beberapa rekannya seperti Atang Ruswita mendirikan Pikiran Rakyat gaya baru yang berkembang menjadi surat kabar terkemuka di Jawa Barat.

Setelah Atang Ruswita mengambil alih manajemen PR dari Sakti Alamsyah yang tutup usia, maka harian ini berkembang baik sekali. Kini grup PR memiliki media cetak di berbagai kota di Jawa Barat. Namun, dihitung dari saat PR gaya baru terbit, usianya belum mencapai 40 tahun.




Dari Pemburu Berita ke Pemburu Rupiah

Dari Pemburu Berita ke Pemburu Rupiah

etelah berbicara panjang dengan Nunung malam itu. Karena dua hari setelahnya, aku kemudian membuat keputusan yang mengejutkan keluargaku: aku meninggalkan pekerjaanku di dunia jurnalistik dan total menggeluti dunia bisnis.

Tak mudah memang. Karena sudah sepuluh tahun terakhir, karakter dan kemampuanku, terbentuk dan teruji di bidang jurnalisme. Aku sudah bekerja di berbagai jenis media massa, mengikuti nyaris ratusan pelatihan pemberitaan dan penulisan, mengenal banyak orang, menjelajah banyak tempat, bahkan hampir menyerahkan nyawa saat bertugas di kerusuhan Ambon demi kebangganku pada dunia yang kugeluti itu.

Bukan waktu yang singkat untuk bisa serta merta meninggalkannya. Tapi itulah keputusan. Dan itulah aku: seorang laki-laki yang selalu tidak konsisten, tapi lebih selalu keras pada hal-hal yang prinsipil. Termasuk soal pilihan jalan hidup.

Banyak kawan yang menyesalkan. Banyak kenalan yang bertanya-tanya. Ada yang mendukung. Tak sedikit yang pesimis. Tapi sekali lagi, begitulah selalu setiap keputusan dalam kodratnya. Karena keinginan setiap jiwa manusia tidak diciptakan seragam. Masingmasing memiliki kadar penilaian idealitas sendirisendiri.

48 jam. Itu waktu yang singkat untuk berfikir merubah jalan hidup, setelah ribuan jam berdarah-darah di dunia yang dikagumi sebagian orang-orang. Lalu memasuki sebuah ranah lain yang masih baru bagiku dan sebenarnya, menurut orang-orang, lebih kejam dari apa yang pernah aku alami.

Setiap bidang memiliki tantangan tersendiri. Setiap tanah memiliki langit. Dan tanah berani ‘menerima’ apa saja yang tercurah dari langit.

Bagiku, filosofi tanah itu merupakan bentuk kekuatan yang sebenarnya termanifestasi pada diri kita masing-masing. Kita mampu menerima curahan air, terjangan badai, terik matahari dan gigil kelam malam.

Kita mampu menerima tantangan-tantangan itu, kemudian mengubahnya menjadi sebuah level kehidupan yang lebih berkualitas. Seperti tanah yang menerima terjangan langit, lalu mengubahnya menjadi sumber-sumber kesuburan yang tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri. Tetapi dibagikan kepada mahluk lainnya.

Kita mampu menjadi manusia rahmatan-lil-aalamiin: manusia yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Seperti tanah. Dari bidang apa saja. Pada usia berapa pun. Aku yakin, Tuhan sudah menginstankan potensi itu.

***

Aku memiliki banyak teman yang telah mengambil keputusan berani dalam kehidupannya. Salah satunya adalah sari Desrina. Beberapa tahun lalu, Ia memutuskan menjadi pebisnis travel sehari setelah ia terangkat menjadi karyawan tetap di sebuah lembaga perbankan. Keputusannya menjadi kontroversi antara dirinya dan keluarganya, sekaligus menciptakan atmosfer skeptisme di antara mantan kawan-kawan kantornya.

Tapi ia tidak akan melakukan itu tanpa sebuah landasan. Desrina memiliki modal yang melebihi nilai sebuah kapital usaha berapapun jumlahnya: sebuah keyakinan yang kuat; sebuah optimisme bahwa semua bentuk kehidupan bergantung pada strategi manajemen kita sendiri.

Karena itu, ia meninggalkan statusnya sebagai ‘anak-buah’, beralih ke dunia lain yang menempatkan dirinya sebagai pimpinan. Setidaknya sebagai pimpinan bagi dirinya sendiri.

Aku memahami pemikirannya. Dan aku, tanpa menyangkali sedikitpun, terinspirasi darinya.

Satu perbedaan antara aku dan Desrina, adalah bahwa dia mengambil keputusan di usia yang terbilang masih sangat muda: sekitar tahun ke-20. Sementara aku baru mewujudkan keinginan vital ini di usia menjelang 30 tahun. Usia, dimana menurut sebagian orang adalah fase pemantapan karir setelah proses pembelajaran dunia kerja.

Tapi tidak ada kata terlambat. Karena terlambat sesungguhnya adalah proses yang tertunda. Sebuah kurva turunan yang bakal menanjak. Dan menurutku, keterlambatan itu dapat dipacu dengan optimalisasi potensi pada diri manusia: kemampuan untuk melihat persoalan, mengkaji, memahami dan menjadikannya sebagai tapak pijak menuju puncak keberhasilan. Keberhasilan yang sesuai dengan takaran kadar idealitas kita masing-masing.

***

Entah apa yang ada dibenakku malam itu. Tapi malam-malam berikutnya, semua telah menjadi jelas bagiku. Bahwa kemana pun haluan berpindah arah, kapal akan tetap meninggalkan buih jejak. Kutetapkan diriku sebagai seorang entrepreneur, namun tetap akan menulis cerita-cerita naratif. Kita masih perlu saling belajar dari kisah orang lain…



Wartawan, Nasibmu Kini


Wartawan, Nasibmu Kini......

Wartawan, Nasibmu Kini……

Ada dua kejadian yang cukup memiriskan dunia jurnalistik Indonesia, khususnya di Makassar.
Pertama, soal meninggalnya rekan wartawan SCTV saat bertugas meliput di laut. Guntur tewas meliput bangkai kapal Levina I yang terbakar.
Naluri jurnalismenya membawanya untuk mengambil gambar sisa kebakaran yang menghanguskan kapal itu di tengah laut. Tak seorang pun yang menyangka jika kapal itu rapuh.
Oleng sedikit saja bisa membuatnya tenggelam. Bukan hanya wartawan saja yang tewas, tapi juga beberapa orang yang menjalankan tugasnya selaku alat pemerintah.
Yang kedua, adalah persoalan mogok kerja yang terjadi di tubuh koran tertua di Sulsel, yaitu Pedoman rakyat yang telah berumur 60 tahun. Para wartawannya mogok akibat selam tiga bulan tak lagi menerima gaji. Siapa pun pasti akan berbuat sama.
Apalagi yang telah memiliki keluarga. (Hidup bukan hanya untuk idealisme saja bung. Ada perut yang juga butuh di isi)
Dari kedua kejadian itu membuat saya berfikir. Apa kekuatan pekerja pers untuk mempertahankan pekerjaannya selaku ujung tombak pemberitaan. Perusahaan penerbitan jelas tak akan hidup tanpa bantuan para kuli tinta itu.
Jujur saja, beberapa koran yang terbit harian di makassar, menggaji wartawannya dengan ‘gaji idealisme’ hanya cukup untuk makan.
Bisa dibayangkan seorang wartawan yang harus pontang panting mencari berita hanya untuk mendapatkan upah sekitar Rp500 ribu hingga Rp1500.000.
Bagaimana menghindari selogan ‘anti amplop’ jika itu terjadi. Sekali lagi hidup ini bukan hanya untuk idealisme kawan.
Lalu apa hubungannya dengan kematian wartawan SCTV dan Pedoman Rakyat yang sekarat? Saya hanya berfikir kematian seorang Guntur di publikasikan dengan begitu eghhh.. begitu agung.. bahkan begitu berharga sehingga pemakamannya dilakukan secara live. Kejadian itu memang sesuatu yang luar biasa. Jarang ada wartawan tewas ditengah tugasnya di Indonesia apalagi di bankai kapal. (Salut buat Guntur)
Sementara sekaratnya Pedoman Rakyat, adalah kedukaan lain. Bagaimana dengan mudahnya kapitalis menggantung nasib para pencari berita.
Bagaimana dengan mudahnya seorang komisaris menghentikan gaji para reporternya tampa memperhitungkan sumbangsih kerja selama ini.
Mudah-mudah-mudahan hanya pedoman saja yang merasakannya.
Kekuatan apa yang dimiliki oleh para idealis melawan kapitalis. Apakah juga harus masuk sebagai pemegang saham. Di kantor saya pun atau kantor anda pun mungkin dengan mudah memberhentikan karyawannya/ reporternya tanpa memperhitungkan apa-apa. Toh di luar masih banyak tenaga fresh yang siap di rekrut.
Masalah ini nampaknya harus segera di carikan solusi. Bagaimana wartawan di media-media kecil tak harus menjadi sapi perah perusahaan. Bagaimana cara agar wartawan juga memiliki kekuatan di suatu media yang dapat diperhitungkan agar tak mudah dipecat.




10 Kiat Kepribadian Orang Sukses


10 Kiat Kepribadian
Orang Sukses
Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai berikut:

Pertama, Keberanian untuk berinisiatif :

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang!

Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Kedua, Tepat waktu :

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Ketiga, Senang melayani dan memberi:

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.

“The more you give to others, the more respect you get in return”

Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!

Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Keempat, Membuka diri terlebih dahulu:

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.

Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Kelima, Senang bekerja sama dan membina hubungan baik:

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.

Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru.

Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Keenam, Senang mempelajari hal-hal baru:

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Ketujuh, Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama:

Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”

Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.

Mengapa?

Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Kedelapan, Berani menanggung resiko:

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.

Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan?

Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Kesembilan, Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat):

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.

Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Kesepuluh: “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.

Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.

Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.


10 Cara Jadi Kreatif

10 Cara Jadi Kreatif

Apakah kreativitas itu jatuh dari langit? Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya? Menurut beberapa ahli, itu semua nonsense! Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk. Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas. Begitu pula Anda. Camkan bahwa:

1.Setiap orang bisa menjadi kreatif. Anda tak perlu menjadi orang yang sangat spesifik atau unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif.

2.Kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan dan aspek kehidupan. Artinya, Anda bisa menciptakan suatu hukum baru, atau cara baru dalam mengisi hidup. Atau menciptakan hal-hal baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalah-masalah klasik.

Bagaimana memanfaatkan energi Anda untuk menjadi kreatif. Cobalah langkah ini:

3.Keluarkan jiwa kanak-kanak Anda Ketika kita belia, kita dibimbing oleh intuisi dan perkiraan. Tapi, setelah dewasa, sudah lebih banyak "dos" and "dont's". Beri pendekatakan kekanakan pada setiap proyek, beri kebebasan dan buka pikiran. Berpikirlah secara naif dan karanglah pertanyaan-pertanyaan tolol. Dulu, ketika pesawat terbang pertama diciptakan, pasti ada pertanyaan-pertanyaan 'tolol' yang tidak mungkin yang dilontarkan penciptanya pada diri sendiri.

4.Katakan 'jangan banyak omong' pada orang dewasa dalam diri Anda Kalau akan berkarya, bagian otak yang logis dan dewasa sering menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan. Jangan dengarkan, teruslah berkarya. Soalnya, itu akan menekan ide-ide kreatif Anda. Entah itu dalam menulis, melakukan pekerjaan tangan, dan semacamnya.

5.Izinkan diri Anda melakukan kesalahan Ada satu langkah dalam kehidupan yang 'menyuruh' orang berbuat salah. Misalnya, mencoba sesuatu yang tidak lazim, dengan tujuan menciptakan sesuatu yang baru. Itu bagus, karena Anda akan belajar dari kesalahan itu, supaya langkah selanjutkan akan lebih baik. Bayangkan seorang pelukis yang memiliki buku sketsa yang tebal. Pasti dia telah melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai gambar yang terbaik.

7.Isi 'baterai Anda Pikiran kreatif membutuhkan ide segar, seperti otot membutuhkan makanan. Jadi, lihatlah sekitar Anda. Tontonlah film, datangi toko, museum, atau apa pun yang Anda sukai. Pikiran Anda akan menyerap pelbagai hal, yang mungkin bisa menjadi sumber ide.

8.Cobalah memiliki kegiatan rutin Kalau pikiran Anda sedang buntu, beritirahatlah sejenak dan kerjakan sesuatu yang sifatnya rutin. Misalnya, mencuci piring, mandi, bercukur, atau cuma berjalan sekeliling tempat Anda. Pekerjaan ini akan membuat pikiran pragmatis Anda sibuk, sehingga pikiran yang kekanak-kanakan itu akan muncul tiba-tiba.

9.Tuliskan Ide bagus bisa muncul pada saat-saat tak terduga. Kalau Anda selalu punya alat tulis, Anda bisa menuliskannya segera supaya Anda tidak lupa. Konon, Paul McCartney menciptakan lagu Yesterday yang legendaris itu ketika bangun tidur. Kalau tak kontan menuliskannya, pasti ide itu keburu lenyap.

Bagi orang-orang Barat sana, yang terbiasa menulis jurnal harian, menulis bukan perkara yang sulit-sulit amat. Ada ahli yang menyarankan agar Anda menulis 3 halaman apa pun setiap pagi. Katanya, di antara yang nggak-nggak yang Anda tulis, pasti akan ketemu ide bagus. Soalnya, menulis itu bisa merangsang ide.

10.Percaya bahwa Anda bisa melakukannya. Jangan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Yang penting Anda percayai, kita semua punya kekuatan untuk menjadi kreatif, siapa pun dia adanya. Begitu pula Anda!


Apakah kreativitas itu jatuh dari langit? Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya? Menurut beberapa ahli, itu semua nonsense! Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk. Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas. Begitu pula Anda. Camkan bahwa:

1.Setiap orang bisa menjadi kreatif. Anda tak perlu menjadi orang yang sangat spesifik atau unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif.

2.Kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan dan aspek kehidupan. Artinya, Anda bisa menciptakan suatu hukum baru, atau cara baru dalam mengisi hidup. Atau menciptakan hal-hal baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalah-masalah klasik.

Bagaimana memanfaatkan energi Anda untuk menjadi kreatif. Cobalah langkah ini:

3.Keluarkan jiwa kanak-kanak Anda Ketika kita belia, kita dibimbing oleh intuisi dan perkiraan. Tapi, setelah dewasa, sudah lebih banyak "dos" and "dont's". Beri pendekatakan kekanakan pada setiap proyek, beri kebebasan dan buka pikiran. Berpikirlah secara naif dan karanglah pertanyaan-pertanyaan tolol. Dulu, ketika pesawat terbang pertama diciptakan, pasti ada pertanyaan-pertanyaan 'tolol' yang tidak mungkin yang dilontarkan penciptanya pada diri sendiri.

4.Katakan 'jangan banyak omong' pada orang dewasa dalam diri Anda Kalau akan berkarya, bagian otak yang logis dan dewasa sering menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan. Jangan dengarkan, teruslah berkarya. Soalnya, itu akan menekan ide-ide kreatif Anda. Entah itu dalam menulis, melakukan pekerjaan tangan, dan semacamnya.

5.Izinkan diri Anda melakukan kesalahan Ada satu langkah dalam kehidupan yang 'menyuruh' orang berbuat salah. Misalnya, mencoba sesuatu yang tidak lazim, dengan tujuan menciptakan sesuatu yang baru. Itu bagus, karena Anda akan belajar dari kesalahan itu, supaya langkah selanjutkan akan lebih baik. Bayangkan seorang pelukis yang memiliki buku sketsa yang tebal. Pasti dia telah melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai gambar yang terbaik.

7.Isi 'baterai Anda Pikiran kreatif membutuhkan ide segar, seperti otot membutuhkan makanan. Jadi, lihatlah sekitar Anda. Tontonlah film, datangi toko, museum, atau apa pun yang Anda sukai. Pikiran Anda akan menyerap pelbagai hal, yang mungkin bisa menjadi sumber ide.

8.Cobalah memiliki kegiatan rutin Kalau pikiran Anda sedang buntu, beritirahatlah sejenak dan kerjakan sesuatu yang sifatnya rutin. Misalnya, mencuci piring, mandi, bercukur, atau cuma berjalan sekeliling tempat Anda. Pekerjaan ini akan membuat pikiran pragmatis Anda sibuk, sehingga pikiran yang kekanak-kanakan itu akan muncul tiba-tiba.

9.Tuliskan Ide bagus bisa muncul pada saat-saat tak terduga. Kalau Anda selalu punya alat tulis, Anda bisa menuliskannya segera supaya Anda tidak lupa. Konon, Paul McCartney menciptakan lagu Yesterday yang legendaris itu ketika bangun tidur. Kalau tak kontan menuliskannya, pasti ide itu keburu lenyap.

Bagi orang-orang Barat sana, yang terbiasa menulis jurnal harian, menulis bukan perkara yang sulit-sulit amat. Ada ahli yang menyarankan agar Anda menulis 3 halaman apa pun setiap pagi. Katanya, di antara yang nggak-nggak yang Anda tulis, pasti akan ketemu ide bagus. Soalnya, menulis itu bisa merangsang ide.

10.Percaya bahwa Anda bisa melakukannya. Jangan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Yang penting Anda percayai, kita semua punya kekuatan untuk menjadi kreatif, siapa pun dia adanya. Begitu pula Anda!




KIAT - KIAT SUKSES.


KIAT - KIAT SUKSES.

Untuk mencapai kesuksesan pasti diperlukan ketekunan, kesetiaan dan pantang menyerah. Tidak ada kesuksesan diraih dengan singkat. Semua sukses pasti melalui proses yang terus menerus dan perlu waktu. Jika dari awal sudah setia pasti akan timbul komitmen pada diri sendiri untuk maju dan berhasil. Tidak akan menyerah sebelum keberhasilan itu tercapai. Apa yang harus diperhatikan ?

BERKEYAKINAN KUAT.

Mantapkan keyakinan anda dengan baik sebelum melakukan sesuatu, jika anda sudah yakin akan berhasil...Ya pasti berhasil.

ANTUSIASME.

Jalankan suatu usaha dengan antusias dan percaya diri, ini penting sekali karena menjalankan usaha pasti banyak cobaan, anda perlu ketangguhan. Cobaan bisa berarti anda merasa bimbang dan ragu, tidak tahan dan ingin menghentikan usaha tersebut. Memiliki keteguhan hati, keberanian, daya juang, keyakinan dan ketabahan. Dengan antusiasme anda bisa membangun sebuah bisnis yang kukuh dan kuat.

MANFAATKAN POTENSI ANDA SEPENUHNYA.

Tidak akan pernah ada orang mencapai sukses dengan prinsip setengah - setengah, mereka pasti menjalankan bisnis sepenuhnya. Gunakan waktu, tenaga dan pikiran, modal, kreatifitas sepenuhnya untuk mencapai target anda. Jauhi hal - hal yang bertentangan dengan prinsip kesuksesan usaha anda. Hasil yang anda dapatkan sebanding dengan apa yang anda usahakan. Jangan sampai kecewa, karena anda tidak menjalankan bisnis sepenuhnya.



BERTINDAK PROAKTIF.

Jika anda memasuki suatu usaha baru, berarti anda memasuki dunia yang penuh dengan petualangan, menantang dan situasi yang dinamis. Untuk menghadapinya anda harus bertindak proaktif. Orang pro aktif adalah orang yang tidak bisa menunggu, tidak mau ketinggalan, selalu ingin menjadi yang terdepan , berani mengambil inisiatif sebelum orang lain memulainnya, bahkan ketika orang lain belum memikirkannya. Prinsipnya adalah tidak ada peluang yang kedua, jika anda gagal merebut sebuah peluang, maka anda kehilangan peluang itu.

ISI WAKTU DENGAN AKTIFITAS TERBAIK.

Time is money, atau biarkan waktu yang menyelesaikannya. Sebegitu penting sekali hingga uang atau hal yang bisa menyelesaikan masalah ? Sebagai anugerah tuhan, waktu berlaku sama dan bisa digunakan sesuai dengan kemauan manusia, namun waktu tidak bisa kita beli atau tabung. Now or Never ! kita bisa manfaatkan waktu saat ini atau kehilangan sama sekali. Untuk menjadi pemenang dalam kehidupan yang sarat dengan persaingan, kita harus cakap dan pandai memanfaatkan dengan maksimal dalam seluruh aktifitas. Sudah efektifkah penggunaan waktu kita



Strategi Merumuskan Cita-cita



Strategi Merumuskan Cita-cita

Mungkin kita sudah sering sekali mendengar ungkapan-ungkapan di atas. Kita pun percaya bahwa keinginan (wish), cita-cita, dan visi bisa merupakan senjata dahsyat untuk mencapai sukses. Masalahnya: apakah kita sudah punya cita-cita? Atau, apakah cita-cita yang telah kita rumuskan sudah memiliki kekuatan dahsyat untuk membantu kita meraih sukses? Jika jawabannya belum, silahkan simak yang berikut ini. Mudah-mudahan Anda pun bisa merumuskan cita-cita yang dahsyat dan dapat menikmati manfaatnya.

”…May your wish come true.”
”…Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.”
”…Dicari: Pemimpin yang mempunyai visi.”


CITA-CITA YANG DAHSYAT
Kemerdekaan Indonesia, yang beberapa hari lalu baru saja kita rayakan, pada awalnya merupakan cita-cita yang ”diimpikan” oleh para pemimpin bangsa. Kemudian cita-cita ini ditularkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga bangsa Indonesia jpada waktu itu meyakini bahwa suatu saat kemerdekaan pasti dapat diraih. Akibatnya, para pemimpin bangsa dan seluruh rakyat Indonesia bergerak bersama untuk menyusun rencana, memilih strategi, dan melakukan tindakan untuk meraih kemerdekaan yang telah dicita-citakan. Hasilnya? Cita-cita menjadi bangsa yang merdeka pun berhasil diwujudkan. Cita-cita seperti ini sangatlah dahsyat, bukan sekedar simbol belaka. Agar cita-cita kita benar-benar hidup dan memiliki kekuatan luar biasa, kita terlebih dahulu perlu mengetahui ciri-cirinya.

”Desirable” (sangat diinginkan). Cita-cita yang dahsyat merupakan keinginan yang datang dari lubuk hati terdalam. Keinginan ini harus ”merasuk” jiwa kita, sehingga membuat kita mampu mengatasi rasa takut. Cita-cita seperti ini juga harus menyebar ke seluruh ”persendian” kita sehingga dapat menggerakkan kita dan membuat kita tidak bisa berhenti berusaha sebelum cita-cita tersebut tercapai. Karena cita-cita ini begitu diinginkan, ketika cita-cita ini tercapai, kita bisa menitikkan air mata kemenangan.

Helen Keller yang bisu, buta, dan tuli bersama pelatihnya yang setia Ann Sullivan, memiliki keinginan yang begitu dalam bagi Helen untuk bisa meraih prestasi gemilang. Akhirnya, keinginan yang dalam ini terkabulkan: Helen menjadi penulis dan akademisi yang dihormati, dan pembicara yang mampu memberi inspirasi bagi orang lain (baik yang memiliki kendala seperti Helen ataupun orang kebanyakan lainnya) untuk meraih yang terbaik dalam hidup mereka. Bayangkan apa yang terjadi jika Helen tidak memiliki keinginan yang kuat untuk bangkit dari dunianya yang sunyi. Pasti dunia tidak akan mengenal Helen Keller, dan mungkin Helen pun tidak bisa menikmati hidup dan membagikan kenikmatan hidup ini pada orang lain.

”Believable” (sangat diyakini). Cita-cita yang dahsyat harus diyakini oleh sang pemimpin dan jajarannya bahwa cita-cita tersebut dapat tercapai. Cita-cita bisa saja pada awalnya terlihat tidak mudah, namun sangat dipercaya bisa dicapai. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Ralph Waldo Emerson: ”Semua kesuksesan besar pada awalnya ”terlihat” tidak mungkin.”

Siapa yang bisa menyangka jika Indonesia yang dianggap masih terbelakang dalam ilmu pengetahuan mampu bediri sejajar dengan bangsa lain di bidang yang disegani ini. Bapak Johannes Surya, PhD dengan putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang tergabung dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil membuktikan pada dunia bahwa Indonesia bukanlah bangsa kacangan. Tim ini mampu meraih berbagai medali kemenangan di forum tanding ilmu pengetahuan tingkat dunia. Bisa saja orang mencibirkan bibir ketika mendengar ”keinginan” ini. Namun, Pak Johannes dan timnya begitu meyakini cita-cita mereka, sehingga mereka berlatih kuat dan berusaha maksimal sehingga berhasil mewujudkan mimpi mereka dengan gemilang.

”Transferrable” (bisa ditularkan). Menurut Zig Ziglar, kita bisa mendapatkan apa pun yang kita inginkan asal kita bisa membantu cukup banyak orang untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Pelajaran yang bisa disarikan dari pernyataan ini adalah, kita perlu saling mendukung dalam mencapai cita-cita kita. Jeffrey A Krames dalam bukunya ”The Welch Way” mengutip pernyataan Jack Welch, pemimpin legendaris perusahaan raksasa dunia General Electrics yang mengatakan, ”Pemimpin yang terbaik adalah mereka yang datang dengan ide baru, dan mengartikulasikan sebuah visi yang memberi inspirasi kepada orang lain untuk bertindak. Artinya, seorang pemimpin harus mampu mengartikulasikan cita-citanya dengan sederhana dan mudah dimengerti sehingga orang lain mampu memahami dan terinspirasi untuk bertindak mewujudkannya.

Apa yang terjadi jika Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo dan para pemimpin bangsa lainnya berusaha berjuang sendiri tanpa bantuan rakyat untuk meraih Indonesia merdeka? Dengan keterbatasan mereka sebagai manusia, mungkin sekarang kita belum merdeka. Tapi tidak demikian dengan para pemimpin bangsa kita tersebut, mereka berhasil ”menularkan” cita-cita mereka mengenai Indonesia Merdeka kepada seluruh rakyat. Cita-cita seperti ini dengan mudah disebar-luaskan karena dirumuskan dengan sederhana, singkat, dan mudah dimengerti ini.

Demikian juga dengan Jendral Sudirman yang mampu menyebarkan cita-citanya kepada pasukan yang dipimpinnya dan rakyat yang ditemuinya untuk saling mendukung dalam mengalahkan musuh bangsa. Kemenganpun berhasil diraih berkat kerja sama kompak dari sang jendral, pasukan dan rakyat Indonesia.


MERUMUSKAN CITA-CITA
Bung Karno sebagai pemimpin bangsa memiliki cita-cita mencapai Indonesia Merdeka. J.F Kennedy memiliki cita-cita agar bangsa Amerika dapat menyaingi Rusia dengan mendaratkan pesawat ruang angkasa ke bulan. Nelson Mandela, bercita-cita menghapuskan diskriminasi bagi bangsa kulit hitam. Mahatma Gandhi memiliki cita-cita mencapai kemerdekaan tanpa kekerasan. Bagaimana dengan cita-cita kita?

Zig Ziglar dalam bukunya Langkan-Langkah Menuju Puncak menuliskan tentang Aubrey Shultz, seorang pemain sepak bola Amerika. Ketika memasuki kantor pelatihnya, Grant Teaff di University of Baylor, Shultz menyampaikan tiga tujuan: (1) menjadi pemain tengah All-southwest Conference, (2) menjadi pemain All-American, dan (3) membawa tim Baylor (yang dilatih Teaff) memenangkan kejuaraan Football Southwest Conference. Masing-masing dari ketiga tujuan ini memiliki kendala: (1) Shultz saat ini adalah pemain belakang—bukan pemain tengah, (2) Kesempatan Shultz terpilih menjadi Pemain All-American tipis, karena ia bukan pemain nomor satu—tetapi pemain kelas dua, (3) Tim Baylor selama 50 tahun belum pernah memenangkan kejuaran Football Southwest Conference.

Dengan kerja keras, komitmen tinggi, semangat baja, dan dukungan pelatih serta orang-orang sekitarnya, Shultz akhirnya berhasil meraih ketiga tujuannya tersebut. Bagaimana merumuskan tujuan yang sedahsyat tujuan Shultz? Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk merumuskan tujuan.

Rumuskan cita-cita yang melampaui keinginan sesaat saja, dengan rentang waktu yang jauh ke depan. Kita bisa merumuskan cita-cita setinggi langit, namun tetap memperhatikan realita, agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan. Cita-cita berfungsi seperti kompas yang memberi petunjuk bagi sebuah kapal ke arah mana harus melaju. Kompas ini tidak akan ada artinya tanpa memperhatikan peta geografis di sekitar tempat kapal tersebut berada.

Demikian juga dalam merumuskan cita-cita, kita harus memperhatikan situasi dan kondisi kita, waktu, tempat, dan orang-orang di sekitar kita, serta kesempatan-kesempatan emas yang mungkin tersembunyi di balik yang sekarang terlihat. Kalimat berikut bisa membantu kita untuk mencari keinginan kita yang terdalam: Saya akan menitikkan air mata kemenangan jika saya mampu melakukan hal ini.

Identifikasikan dukungan yang mungkin kita dapatkan untuk mencapai cita-cita tersebut. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mencoba menjawab pertanyaan berikut: Apa yang saya perlukan untuk mencapai cita-cita saya? Apa yang sudah saya miliki yang dapat saya gunakan sebagai modal meraih cita-cita? Siapa yang harus saya hubungi untuk mendukung saya mencapai apa yang saya inginkan? Strategi apa yang perlu saya kembangkan untuk mencapai cita-cita tersebut. Ketiga pertanyaan ini bisa dirumuskan dengan menyelesaikan satu pernyataan berikut: Saya bisa mencapai tujuan saya dengan …. (pendidikan, fasilitas, keterampilan?)

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasikan kendala yang mungkin menghadang. Strategi ini dapat membantu kita mempersiapkan diri menghadapi masalah yang mungkin muncul. Barbara Sher dalam bukunya Wishcraft: How to Get What You Really Want mengusulkan para pembaca untuk menyelesaikan kalimat berikut: Saya tidak bisa mencapai tujuan saya karena ….. (tidak punya dana, kepercayaan, keahlian?).

Berikutnya adalah menyusun rencana aksi untuk mencapai cita-cita tersebut. Rencana aksi ini bisa disusun berdasarkan jawaban kedua pertanyaan di atas mengenai dukungan dan kendala, yaitu: Untuk mendapat dukungan yang saya perlukan, saya harus melakukan hal-hal berikut, untuk mengatasi kendala yang mungkin menghadang, saya harus melakukan hal-hal berikut. Rencana ini tentunya perlu disusun berdasarkan prioritas.

Apa pun cita-cita yang ingin kita raih, pastikan agar cita-cita tersebut datang dari lubuk hati (desirable), kita yakini dapat tercapai, walaupun harus menghadapi berbagai kendala (believable), dan dapat kita bagikan pada orang-orang yang tepat untuk memberi dukungannya pada kita (transferrable).

Jangan lupa merumuskannya dengan sederhana dan mudah dimengerti oleh kita dan orang-orang yang akan mendukung kita, dengan mengidentifikasikan dukungan, kendala, dan menyusun rencana aksi yang strategis guna meraih sukses. Selamat mencoba



Cara Belajar Efektif


Cara Belajar Efektif

ingin sukses dalam belajar? Ingin mendapatkan suatu cara efektif untuk belajar dengan menyenangkan? Berikut ini adalah 7 (tujuh) langkah yang dapat kamu lakukan dan kembangkan sendiri yang diadaptasi dari buku Seven Habits of Highly effective People karangan Steven Covey

Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.

Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.

Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.

Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan /ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.

Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.

Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.




powered by Sempak Crew